Cara Pendirian PT Perseorangan – Bagi pengusaha yang menjalankan bisnis seorang diri, memiliki badan hukum dapat menjadi langkah penting untuk membangun usaha secara lebih terstruktur. Salah satu pilihan yang tersedia di Indonesia adalah Perseroan Perorangan, yaitu bentuk perseroan yang dapat didirikan oleh satu orang dan ditujukan bagi usaha yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil.
Memahami cara pendirian PT perseorangan tidak cukup hanya dengan mengetahui bahwa prosesnya dilakukan secara elektronik. Calon pendiri juga perlu menyiapkan nama perusahaan, data usaha, kegiatan bisnis, modal, alamat, serta memahami apa yang harus dilakukan setelah sertifikat pendaftaran diterbitkan.
Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2021, Perseroan Perorangan didirikan oleh Warga Negara Indonesia dengan mengisi Pernyataan Pendirian dalam bahasa Indonesia. Pendaftaran dilakukan secara elektronik dan status badan hukum diperoleh setelah perseroan didaftarkan kepada Menteri serta mendapatkan sertifikat pendaftaran secara elektronik.
Apa Itu PT Perseorangan?
PT Perseorangan atau Perseroan Perorangan merupakan perseroan yang dapat didirikan oleh satu orang untuk usaha yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil.
Berbeda dengan PT biasa, pendiri Perseroan Perorangan tidak perlu membentuk struktur pemegang saham dengan beberapa orang sejak awal. AHU menjelaskan bahwa Perseroan Perorangan dapat didirikan oleh satu orang Warga Negara Indonesia yang telah memiliki Nomor Induk Kependudukan. Proses pendirian dilakukan secara elektronik melalui Sistem Administrasi Badan Hukum tanpa menggunakan Akta Notaris, melainkan melalui Pernyataan Pendirian.
Hal ini membuat struktur pendiriannya lebih sederhana untuk pengusaha tunggal yang memenuhi persyaratan.
Namun, sederhana bukan berarti tidak membutuhkan persiapan. Data yang dimasukkan sejak awal akan menjadi bagian dari administrasi badan hukum dan perlu disesuaikan dengan kegiatan bisnis yang benar-benar dijalankan.
Siapa yang Bisa Mendirikan PT Perseorangan?
Sebelum mengikuti cara mendirikan PT perseorangan, pastikan terlebih dahulu bahwa bentuk usaha ini sesuai dengan kondisi pendiri dan bisnis.
Menurut ketentuan PP Nomor 8 Tahun 2021, Perseroan Perorangan didirikan oleh Warga Negara Indonesia. Pendiri juga harus berusia paling rendah 17 tahun dan cakap hukum.
Perseroan Perorangan juga berkaitan dengan kriteria usaha mikro dan kecil. PP Nomor 8 Tahun 2021 mengatur Perseroan Perorangan sebagai salah satu bentuk perseroan yang memenuhi kriteria UMK dan mengatur pendirian, perubahan, kewajiban laporan keuangan, serta pembubarannya.
Karena itu, sebelum mendaftar, calon pendiri sebaiknya memastikan karakteristik bisnisnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Persiapan Sebelum Pendirian PT Perseorangan
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung masuk ke proses pendaftaran tanpa menyiapkan informasi perusahaan.
Agar pendaftaran PT perseorangan berjalan lebih terarah, siapkan beberapa informasi berikut.
1. Tentukan Nama Perseroan
Nama perusahaan perlu ditentukan sejak awal. Pilih nama yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan masalah ketika diproses dalam sistem administrasi badan hukum.
Sebaiknya siapkan beberapa alternatif nama sehingga Anda memiliki pilihan apabila nama yang diinginkan tidak dapat digunakan.
2. Tentukan Alamat dan Kedudukan Perseroan
Siapkan tempat kedudukan dan alamat perseroan secara jelas.
Alamat perusahaan juga perlu diperhatikan ketika melanjutkan proses perizinan usaha karena data badan hukum dan data usaha sebaiknya konsisten.
3. Tentukan Kegiatan Usaha
Tentukan aktivitas bisnis utama yang benar-benar akan dijalankan.
Bagian ini penting karena kegiatan usaha akan berhubungan dengan pemilihan KBLI dan kebutuhan perizinan setelah perusahaan terdaftar.
4. Siapkan Data Pendiri
Data identitas pendiri perlu dipersiapkan sesuai dokumen yang berlaku. Karena Perseroan Perorangan didirikan oleh satu orang, informasi pendiri menjadi bagian penting dalam Pernyataan Pendirian.
5. Tentukan Modal Perseroan
PP Nomor 8 Tahun 2021 mengatur bahwa besaran modal dasar perseroan ditentukan berdasarkan keputusan pendiri. Ketentuan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pendiri dalam menentukan modal dasar sesuai ketentuan yang berlaku.
Modal perusahaan perlu dibedakan dari biaya yang dikeluarkan untuk mengurus legalitas.
Cara Pendirian PT Perseorangan Secara Bertahap
Setelah data siap, proses dapat dilanjutkan melalui sistem administrasi badan hukum.
Langkah 1: Buat Pernyataan Pendirian
Berbeda dengan PT biasa yang menggunakan Akta Pendirian Notaris, Perseroan Perorangan menggunakan Pernyataan Pendirian.
PP Nomor 8 Tahun 2021 menetapkan bahwa Pernyataan Pendirian dibuat dalam bahasa Indonesia dan didaftarkan secara elektronik kepada Menteri dengan mengisi format yang tersedia.
Format tersebut mencakup informasi seperti nama dan tempat kedudukan perseroan, jangka waktu berdirinya perseroan, serta maksud dan tujuan kegiatan usaha.
Langkah 2: Daftarkan Secara Elektronik
Pendaftaran Perseroan Perorangan dilakukan secara elektronik melalui SABH.
AHU menyatakan bahwa pendirian, perubahan, dan pembubaran Perseroan Perorangan dilakukan secara elektronik tanpa menggunakan Akta Notaris, melainkan melalui Pernyataan Pendirian, Pernyataan Perubahan, atau Pernyataan Pembubaran.
Pada tahap ini, pastikan seluruh informasi yang dimasukkan sudah diperiksa sebelum proses pendaftaran diselesaikan.
Langkah 3: Dapatkan Sertifikat Pendaftaran
Setelah proses pendaftaran berhasil, perseroan memperoleh sertifikat pendaftaran secara elektronik.
Dokumen tersebut penting karena AHU menjelaskan bahwa status badan hukum Perseroan Perorangan diperoleh sejak sertifikat pendaftaran diterbitkan melalui SABH pada AHU Online.
Jadi, jangan hanya menyimpan data akun atau bukti pengajuan. Pastikan sertifikat pendaftaran sudah diperoleh dan data di dalamnya diperiksa.
Langkah 4: Periksa Data Perusahaan
Setelah sertifikat diterbitkan, lakukan pengecekan terhadap informasi perusahaan.
Periksa nama perseroan, alamat, kegiatan usaha, identitas pendiri, dan informasi lainnya. Jika ditemukan ketidaksesuaian, segera cari tahu mekanisme perubahan data yang sesuai.
Langkah ini sederhana tetapi penting karena kesalahan data yang dibiarkan dapat menyulitkan proses administrasi berikutnya.
Apa yang Dilakukan Setelah PT Perseorangan Terdaftar?
Pendirian badan hukum bukan berarti seluruh legalitas usaha otomatis selesai.
1. Lanjutkan ke OSS
Setelah Perseroan Perorangan memperoleh status badan hukum, pelaku usaha perlu melihat kebutuhan perizinan berdasarkan kegiatan bisnis.
OSS merupakan sistem resmi perizinan berusaha dan NIB berfungsi sebagai identitas pelaku usaha untuk memulai atau menjalankan kegiatan usaha di Indonesia. Jenis perizinan lainnya mengikuti pendekatan berbasis risiko dan karakteristik kegiatan usaha.
Karena itu, data kegiatan usaha yang digunakan dalam pendaftaran perlu konsisten dengan data yang digunakan ketika mengurus legalitas usaha.
2. Pastikan KBLI Sesuai
KBLI sebaiknya dipilih berdasarkan aktivitas yang benar-benar dilakukan perusahaan, bukan hanya berdasarkan nama bisnis.
Pemilihan kegiatan usaha yang tepat membantu perusahaan memahami perizinan yang mungkin diperlukan sesuai sektor dan tingkat risiko.
3. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis
Setelah perusahaan berdiri, mulai pisahkan transaksi perusahaan dari transaksi pribadi.
Pencatatan yang teratur akan membantu pemilik mengetahui pendapatan, pengeluaran, laba, dan kondisi keuangan perusahaan.
4. Simpan Dokumen Legalitas
Simpan sertifikat pendaftaran, NIB, dokumen pajak, dokumen perizinan, serta dokumen perusahaan lainnya dalam satu sistem arsip.
Dokumen tersebut dapat dibutuhkan kembali ketika perusahaan melakukan perubahan, mengajukan izin tambahan, melakukan kerja sama, atau mengembangkan struktur bisnis.
Kewajiban Setelah Pendirian PT Perseorangan
Salah satu hal yang sering terlewat dalam pembahasan cara daftar PT perseorangan adalah kewajiban setelah perusahaan resmi berdiri.
Perseroan Perorangan memiliki kewajiban menyampaikan laporan keuangan kepada Menteri secara elektronik melalui SABH. AHU menjelaskan bahwa laporan tersebut disampaikan paling lambat enam bulan setelah akhir periode dan memuat laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, serta catatan atas laporan keuangan tahun berjalan.
Artinya, sejak awal pemilik sebaiknya sudah membangun sistem pencatatan keuangan sederhana dan teratur.
Jangan menunggu sampai mendekati batas waktu pelaporan untuk mulai mengumpulkan transaksi perusahaan.
Kapan PT Perseorangan Harus Berubah Menjadi PT Biasa?
Perseroan Perorangan tidak selalu menjadi struktur perusahaan untuk selamanya.
AHU menjelaskan bahwa Perseroan Perorangan perlu mengubah status badan hukumnya menjadi Perseroan Persekutuan Modal apabila pemegang saham menjadi lebih dari satu orang dan/atau perseroan tidak lagi memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil.
Perubahan status juga dilakukan melalui mekanisme yang berbeda dari pendirian awal. AHU menjelaskan bahwa perubahan status tersebut dilakukan melalui Akta Notaris dan didaftarkan secara elektronik.
Karena itu, pengusaha sebaiknya mengevaluasi struktur perusahaan ketika bisnis mulai berkembang, terutama jika ada investor atau pemegang saham baru.
Checklist Cara Pendirian PT Perseorangan
Sebelum memulai proses, gunakan checklist berikut:
- Pastikan memenuhi kriteria pendiri Perseroan Perorangan
- Tentukan nama perseroan
- Siapkan alamat dan tempat kedudukan
- Tentukan kegiatan usaha
- Tentukan KBLI yang sesuai
- Siapkan identitas pendiri
- Tentukan modal perseroan
- Isi Pernyataan Pendirian
- Lakukan pendaftaran secara elektronik
- Dapatkan sertifikat pendaftaran
- Periksa kembali data perusahaan
- Lanjutkan kebutuhan NIB dan perizinan melalui OSS
- Simpan seluruh dokumen legalitas
- Siapkan pencatatan dan pelaporan keuangan
Checklist ini membantu memastikan bahwa pendirian tidak berhenti hanya pada tahap memperoleh sertifikat pendaftaran.
FAQ Cara Pendirian PT Perseorangan
1. Apakah PT Perseorangan bisa didirikan oleh satu orang?
Ya. Perseroan Perorangan memang dirancang untuk dapat didirikan oleh satu orang Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan.
2. Apakah pendirian PT Perseorangan membutuhkan Akta Notaris?
Tidak untuk proses pendiriannya. Perseroan Perorangan menggunakan Pernyataan Pendirian yang didaftarkan secara elektronik melalui SABH.
3. Kapan PT Perseorangan resmi menjadi badan hukum?
Status badan hukum diperoleh setelah perseroan didaftarkan kepada Menteri dan mendapatkan sertifikat pendaftaran secara elektronik.
4. Apakah setelah PT Perseorangan terdaftar masih perlu mengurus NIB?
Kebutuhan NIB dan perizinan berusaha tetap perlu diperhatikan sesuai kegiatan bisnis. Pendaftaran badan hukum dan perizinan berusaha merupakan proses yang berbeda.
5. Apakah PT Perseorangan bisa berubah menjadi PT biasa?
Bisa dalam kondisi yang memenuhi ketentuan, termasuk ketika pemegang saham menjadi lebih dari satu orang atau perseroan tidak lagi memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil.
Urus Pendirian PT Perseorangan dengan Lebih Terarah
Memahami cara pendirian PT perseorangan membantu pengusaha menyiapkan legalitas sejak awal tanpa melewatkan tahapan penting. Prosesnya memang menggunakan sistem elektronik dan lebih sederhana dibandingkan pendirian PT biasa, tetapi ketepatan data, kegiatan usaha, perizinan, dan kewajiban setelah perusahaan berdiri tetap perlu diperhatikan.
Live and Work Konsultan dapat membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pendirian dan legalitas perusahaan sesuai karakteristik bisnisnya, mulai dari persiapan data hingga kebutuhan legalitas setelah badan usaha terdaftar.
Jika Anda sedang membangun bisnis seorang diri dan ingin memiliki badan hukum yang lebih terstruktur, konsultasikan kebutuhan PT Perseorangan Anda bersama Live and Work Konsultan untuk mendapatkan pendampingan legalitas yang sesuai dengan kebutuhan usaha.