Cara Pendirian PT dengan Notaris – Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) bukan hanya tentang menentukan nama perusahaan dan menyiapkan modal. Untuk PT biasa, terdapat proses hukum dan administrasi yang perlu dilakukan melalui Notaris sebelum perusahaan memperoleh status badan hukum.
Memahami cara pendirian PT dengan Notaris penting bagi calon pengusaha agar mengetahui apa saja yang perlu disiapkan, bagaimana proses pembuatan akta, serta tahapan pengajuan pengesahan badan hukum melalui Administrasi Hukum Umum (AHU).
Ditjen AHU menjelaskan bahwa permohonan pendirian PT diajukan melalui Notaris kepada Menteri menggunakan Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH). Proses tersebut mencakup pemesanan nama, pengisian data perseroan, pengunggahan akta pendirian, hingga pencetakan keputusan pengesahan oleh Notaris.
Karena itu, Notaris memiliki peran penting dalam memastikan dokumen dan data pendirian perusahaan diproses melalui mekanisme yang sesuai.
Apa Peran Notaris dalam Pendirian PT?
Notaris merupakan pejabat umum yang memiliki kewenangan untuk membuat akta autentik. Dalam pendirian PT biasa, akta pendirian dibuat oleh Notaris dalam bahasa Indonesia. Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 7 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Selain membuat akta, Notaris juga berperan dalam pengajuan permohonan pendirian badan hukum melalui SABH. Informasi resmi AHU mencantumkan bahwa permohonan pendirian PT dilakukan melalui Notaris kepada Menteri dan dilengkapi dengan akta pendirian serta data Pemilik Manfaat apabila sudah dapat ditentukan.
Dengan demikian, menggunakan Notaris dalam pendirian PT bukan sekadar untuk membuat dokumen. Notaris juga menjadi bagian dari proses administrasi pengesahan badan hukum perusahaan.
Cara Pendirian PT dengan Notaris
1. Tentukan Struktur Dasar Perusahaan
Sebelum menemui Notaris, calon pendiri sebaiknya sudah mempunyai gambaran mengenai struktur perusahaan.
Beberapa hal yang perlu diputuskan antara lain:
- Nama calon perusahaan
- Jumlah pemegang saham
- Komposisi kepemilikan saham
- Direksi
- Dewan Komisaris
- Modal dasar
- Modal ditempatkan dan disetor
- Alamat perusahaan
- Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Persiapan tersebut akan mempermudah Notaris menyusun data pendirian dan anggaran dasar perusahaan.
Untuk PT biasa, UU Perseroan Terbatas pada prinsipnya mengatur pendirian oleh dua orang atau lebih dengan akta Notaris dalam bahasa Indonesia. Setiap pendiri juga wajib mengambil bagian saham pada saat PT didirikan.
2. Siapkan Data dan Dokumen Pendiri
Tahap berikutnya adalah menyiapkan data yang akan digunakan oleh Notaris.
Dokumen dan informasi yang umumnya diperlukan dapat meliputi:
- KTP atau identitas pendiri
- NPWP sesuai kebutuhan
- Alamat pendiri
- Data pemegang saham
- Data direksi dan komisaris
- Nomor telepon dan email
- Rencana nama perusahaan
- Alamat kedudukan PT
- Modal dan pembagian saham
- Kegiatan usaha yang akan dijalankan
Kebutuhan dokumen dapat berbeda berdasarkan kondisi perusahaan. Misalnya, PT dengan pemegang saham badan hukum atau struktur penanaman modal tertentu dapat memerlukan dokumen tambahan.
Karena itu, sebaiknya tanyakan daftar dokumen kepada Notaris sebelum proses dimulai.
3. Tentukan dan Pesan Nama PT
Nama perusahaan perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum digunakan dalam akta.
Dalam mekanisme AHU, Notaris melakukan pemesanan nama Perseroan Terbatas melalui sistem AHU untuk memperoleh nama yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Calon pendiri sebaiknya menyiapkan beberapa alternatif nama. Nama yang dipilih belum tentu tersedia atau dapat digunakan sehingga menyediakan pilihan lain dapat membantu menghindari penundaan.
Tahap ini juga penting karena nama yang sudah disepakati akan digunakan dalam dokumen pendirian dan administrasi perusahaan.
4. Menentukan KBLI dan Kegiatan Usaha
Sebelum akta dibuat, tentukan kegiatan usaha yang akan dijalankan perusahaan.
Kegiatan tersebut kemudian perlu disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Pemilihan KBLI tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan nama produk, tetapi berdasarkan aktivitas bisnis yang benar-benar akan dilakukan.
Alasannya, kegiatan usaha pada akta nantinya akan berkaitan dengan proses perizinan berusaha.
Setelah badan hukum terbentuk, perusahaan dapat melanjutkan proses perizinan melalui OSS. Sistem OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menentukan izin dan kewajiban usaha berdasarkan tingkat risiko kegiatan.
5. Menyusun Akta Pendirian PT
Setelah data perusahaan disepakati, Notaris menyusun akta pendirian.
Akta tersebut menjadi dokumen penting yang memuat informasi mengenai perusahaan dan anggaran dasar. Data mengenai pemegang saham, pengurus, modal, alamat, serta kegiatan usaha perlu dipastikan sebelum akta ditandatangani.
Dalam panduan AHU, proses pendirian melalui SABH mencakup pengisian data perseroan, pratinjau, serta pengunggahan akta pendirian.
Karena akta menjadi dasar administrasi pendirian, calon pemegang saham sebaiknya membaca dan memastikan data yang tercantum sudah sesuai sebelum memberikan persetujuan.
6. Menandatangani Akta di Hadapan Notaris
Setelah dokumen siap, para pihak yang berkepentingan menandatangani akta sesuai prosedur yang ditetapkan Notaris.
Pada tahap ini, pastikan kembali beberapa informasi penting seperti:
- Nama perusahaan
- Identitas pemegang saham
- Jumlah dan komposisi saham
- Nama direksi
- Nama komisaris
- Modal perusahaan
- Alamat perusahaan
- Maksud dan tujuan usaha
Kesalahan data pada tahap awal sebaiknya dihindari karena perubahan setelah dokumen diterbitkan dapat membutuhkan proses administrasi tambahan.
7. Pengajuan Pengesahan melalui AHU
Setelah akta pendirian dibuat, Notaris mengajukan permohonan pengesahan badan hukum melalui SABH.
Menurut informasi resmi AHU, tahapan pendirian meliputi pemesanan nama, pengisian data PT, pratinjau, pengunggahan akta pendirian, dan pencetakan Surat Keputusan oleh Notaris.
Tahap ini membedakan akta pendirian PT dengan status badan hukum PT. Akta merupakan dokumen pendirian, sedangkan status badan hukum diperoleh setelah keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum diterbitkan. Ketentuan mengenai status badan hukum tersebut tercantum dalam Pasal 7 UU Perseroan Terbatas.
8. Menerima Dokumen Pengesahan PT
Setelah permohonan disetujui, Notaris dapat mencetak keputusan pengesahan dari sistem AHU.
Dokumen tersebut menjadi bagian penting dari administrasi legalitas perusahaan karena menunjukkan bahwa pendirian badan hukum telah memperoleh pengesahan Menteri.
AHU juga menyediakan layanan pendirian dan pengesahan Perseroan Terbatas secara elektronik melalui sistem administrasi badan hukum.
Setelah PT Disahkan, Apa Tahap Berikutnya?
Pendirian badan hukum bukan berarti seluruh legalitas operasional perusahaan otomatis selesai.
Setelah PT memperoleh pengesahan, perusahaan perlu melanjutkan kebutuhan perizinan berusaha sesuai dengan kegiatan bisnisnya. Salah satu tahap penting adalah pengurusan NIB melalui OSS.
OSS menjelaskan bahwa NIB merupakan identitas resmi untuk memulai atau menjalankan usaha di Indonesia. Sistem tersebut juga mengelompokkan kegiatan usaha berdasarkan tingkat risiko yang menentukan izin dan kewajiban yang harus dipenuhi.
Dengan demikian, alur sederhananya dapat dipahami sebagai:
Persiapan data → Notaris → Pemesanan nama → Akta pendirian → Pengajuan AHU → Pengesahan badan hukum → OSS dan NIB → Perizinan usaha sesuai risiko.
Jika Anda membutuhkan layanan setelah proses pendirian, Anda dapat melihat pendaftaran PT dari Live and Work Konsultan.
Berapa Lama Proses Pendirian PT dengan Notaris?
Durasi pendirian PT tidak selalu sama untuk setiap perusahaan.
Waktu yang dibutuhkan dapat dipengaruhi oleh kesiapan dokumen, ketersediaan nama perusahaan, struktur pemegang saham, kelengkapan data, serta proses administrasi yang dilakukan.
Perusahaan dengan struktur sederhana dan dokumen yang sudah lengkap dapat memiliki proses yang lebih terarah. Sebaliknya, perubahan nama, data yang belum lengkap, atau struktur kepemilikan yang kompleks dapat menambah tahapan.
Karena itu, daripada hanya menanyakan “berapa hari jadi”, calon pendiri sebaiknya meminta Notaris menjelaskan tahapan pekerjaan dan dokumen apa saja yang akan diterima.
Apa yang Perlu Ditanyakan kepada Notaris?
Sebelum menggunakan jasa Notaris, beberapa pertanyaan berikut dapat membantu memastikan ruang lingkup layanan:
Apakah Akta Sudah Termasuk?
Pastikan penawaran menjelaskan apakah biaya mencakup pembuatan akta pendirian dan pengesahan badan hukum.
Apakah PNBP Sudah Termasuk?
Tanyakan apakah biaya resmi pemerintah sudah termasuk dalam total penawaran atau dibayarkan secara terpisah.
Apakah Pengurusan AHU Termasuk?
Pastikan apakah Notaris menangani pengajuan data dan dokumen pendirian melalui SABH sampai dokumen pengesahan diterbitkan.
Apakah NIB Termasuk?
Akta dan pengesahan AHU berbeda dari perizinan berusaha melalui OSS. Karena itu, tanyakan apakah layanan juga mencakup NIB dan kebutuhan perizinan lainnya.
Dokumen Apa yang Akan Diterima?
Minta daftar output secara jelas, misalnya akta, keputusan pengesahan, dan dokumen lain sesuai layanan yang disepakati.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mendirikan PT dengan Notaris
Tidak Menentukan Struktur Saham Sejak Awal
Pembagian saham sebaiknya disepakati sebelum akta disusun agar tidak terjadi perubahan data berulang.
Memilih KBLI Secara Sembarangan
KBLI berkaitan dengan kegiatan usaha dan perizinan. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan aktivitas bisnis sebenarnya.
Tidak Memeriksa Akta Sebelum Disetujui
Periksa kembali nama, alamat, pemegang saham, pengurus, modal, dan kegiatan usaha sebelum dokumen disahkan.
Menganggap Akta Sudah Sama dengan NIB
Akta dan pengesahan badan hukum berasal dari proses AHU, sedangkan NIB berkaitan dengan perizinan berusaha melalui OSS.
Hanya Membandingkan Harga Notaris
Harga yang lebih rendah belum tentu mencakup ruang lingkup layanan yang sama. Bandingkan apa saja yang termasuk dalam paket sebelum menentukan pilihan.
FAQ Cara Pendirian PT dengan Notaris
1. Apakah pendirian PT wajib menggunakan Notaris?
Untuk PT biasa, akta pendirian dibuat oleh Notaris dalam bahasa Indonesia. Permohonan pendirian badan hukum juga diajukan melalui Notaris kepada Menteri melalui SABH.
2. Apa saja yang harus disiapkan sebelum bertemu Notaris?
Siapkan identitas pendiri, data pemegang saham, struktur saham, calon nama perusahaan, direksi dan komisaris, alamat PT, modal, serta rencana kegiatan usaha.
3. Apakah Notaris mengurus pengesahan PT?
Dalam mekanisme pendirian PT melalui AHU, permohonan pengesahan diajukan oleh Notaris melalui SABH. Setelah proses selesai, Notaris dapat mencetak keputusan pengesahan.
4. Apakah Notaris juga mengurus NIB?
Hal tersebut bergantung pada ruang lingkup layanan yang disepakati. Pengesahan badan hukum melalui AHU dan penerbitan NIB melalui OSS merupakan proses yang berbeda.
5. Apakah setelah PT disahkan langsung bisa menjalankan semua kegiatan usaha?
Belum tentu. Perusahaan tetap perlu memenuhi perizinan berusaha sesuai kegiatan dan tingkat risikonya. OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menentukan izin serta kewajiban usaha.
Gunakan Jasa Notaris untuk Pendirian PT Secara Lebih Terarah
Memahami cara pendirian PT dengan Notaris membantu calon pengusaha mengetahui bahwa proses pembentukan badan hukum terdiri dari beberapa tahapan yang saling berkaitan.
Mulai dari menentukan struktur perusahaan, menyiapkan dokumen, memesan nama, membuat akta, hingga mengajukan pengesahan melalui AHU perlu dilakukan dengan data yang tepat. Setelah badan hukum disahkan, perusahaan masih perlu memperhatikan NIB dan perizinan berusaha melalui OSS sesuai kegiatan bisnisnya.
Jika Anda ingin mengurus pendirian PT tanpa harus bingung menentukan dokumen dan tahapan administrasinya, Live and Work Konsultan dapat membantu mengarahkan kebutuhan legalitas perusahaan sesuai struktur dan kegiatan usaha Anda.
Konsultasikan rencana pendirian PT Anda bersama Live and Work Konsultan dan siapkan proses legalitas perusahaan dengan lebih terarah.