Proses Lengkap Pendirian PT di OSS: Tahapan hingga NIB

Proses Lengkap Pendirian PT di OSS: Tahapan hingga NIB – Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) tidak berhenti setelah akta pendirian dibuat dan badan hukum mendapatkan pengesahan. Agar perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha secara legal, pendiri juga perlu menyelesaikan proses perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS).

Proses lengkap pendirian PT di OSS melibatkan beberapa tahapan yang saling berkaitan, mulai dari memastikan data perusahaan sudah sesuai, menentukan bidang usaha berdasarkan KBLI, membuat atau memperbarui data usaha, memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga memenuhi perizinan berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.

Saat ini, penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko mengacu pada PP Nomor 28 Tahun 2025. Peraturan tersebut mencakup persyaratan dasar, Perizinan Berusaha, PB UMKU, layanan OSS, pengawasan, serta mekanisme penyelesaian permasalahan dalam proses perizinan.

Karena itu, memahami hubungan antara AHU dan OSS penting sebelum memulai proses pendirian PT.

Apa Hubungan Pendirian PT dengan OSS?

AHU dan OSS memiliki fungsi yang berbeda dalam proses legalitas perusahaan. AHU digunakan untuk proses pendirian dan pengesahan badan hukum PT, sedangkan OSS digunakan untuk proses perizinan berusaha.

Dalam proses pendirian PT, notaris mengajukan pendirian badan hukum melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) pada AHU. Proses tersebut mencakup pemesanan nama, pengisian data perseroan, pengunggahan akta pendirian, hingga penerbitan Surat Keputusan pengesahan badan hukum.

Setelah PT memiliki status badan hukum, tahap berikutnya adalah memastikan kegiatan usaha perusahaan terdaftar dan memiliki perizinan yang sesuai melalui OSS.

Dengan kata lain, pendirian badan hukum PT dan perizinan usaha melalui OSS merupakan dua tahapan yang saling berhubungan, tetapi bukan proses yang sama.

Persiapan Sebelum Pendirian PT di OSS

Sebelum masuk ke OSS, ada beberapa data penting yang perlu dipersiapkan. Kesalahan pada tahap awal dapat menyebabkan data perusahaan atau kegiatan usaha perlu diperbaiki kembali.

1. Data Badan Hukum PT

Pastikan nama perusahaan, alamat, NPWP, data pemegang saham, direksi, komisaris, dan informasi lainnya sudah sesuai dengan dokumen badan hukum.

Data perusahaan yang digunakan dalam proses perizinan harus konsisten dengan dokumen legalitas yang telah diterbitkan.

2. Menentukan KBLI

KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendaftaran kegiatan usaha.

Kode KBLI menggambarkan kegiatan bisnis yang dijalankan perusahaan. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kegiatan sebenarnya karena jenis kegiatan usaha akan berkaitan dengan persyaratan dasar dan perizinan yang harus dipenuhi melalui OSS.

Jangan memilih KBLI hanya berdasarkan nama usaha. Periksa uraian kegiatan pada kode yang dipilih agar sesuai dengan model bisnis perusahaan.

3. Menentukan Lokasi Kegiatan Usaha

Informasi lokasi usaha juga perlu dipersiapkan karena OSS dapat meminta data terkait lokasi dan persyaratan dasar sesuai kegiatan usaha.

Alamat kantor dan lokasi kegiatan usaha harus sesuai dengan kondisi bisnis serta ketentuan tata ruang yang berlaku.

Baca juga:  Jasa Pembuatan PT Terbaik dengan Notaris Resmi: Panduan Legalitas Bisnis 2026

Proses Lengkap Pendirian PT di OSS

Setelah badan hukum PT siap dan data kegiatan usaha telah ditentukan, proses dapat dilanjutkan ke sistem OSS.

Langkah 1: Menyiapkan Akses OSS

Tahap pertama adalah memastikan perusahaan memiliki akses ke sistem OSS. Data yang digunakan harus sesuai dengan identitas dan legalitas badan usaha.

Sebelum mengajukan perizinan, periksa kembali data profil perusahaan agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara informasi di OSS dengan dokumen badan hukum.

Langkah 2: Memasukkan Data Kegiatan Usaha

Selanjutnya, masukkan informasi mengenai kegiatan usaha perusahaan.

Pada tahap ini, pelaku usaha perlu menentukan kegiatan usaha berdasarkan KBLI, lokasi kegiatan, serta informasi lain yang diminta oleh sistem.

Pemilihan KBLI menjadi bagian yang sangat penting karena OSS menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menentukan perizinan yang diperlukan.

Langkah 3: Mengisi Informasi Investasi dan Usaha

Data terkait kegiatan usaha dan investasi perlu diisi sesuai kondisi perusahaan.

Informasi tersebut dapat berkaitan dengan skala kegiatan, lokasi, tenaga kerja, modal atau investasi, serta data lain yang relevan dengan jenis usaha.

Pastikan seluruh informasi yang dimasukkan dapat dipertanggungjawabkan dan konsisten dengan dokumen perusahaan.

Langkah 4: Memenuhi Persyaratan Dasar

Dalam sistem OSS yang disesuaikan dengan PP Nomor 28 Tahun 2025, persyaratan dasar menjadi bagian dari ekosistem perizinan berusaha.

Persyaratan dasar dapat berkaitan dengan tata ruang, lingkungan, bangunan gedung, atau persyaratan lain sesuai karakteristik kegiatan usaha.

Tidak semua perusahaan akan memperoleh persyaratan yang sama. Kebutuhannya bergantung pada jenis kegiatan, lokasi, skala, dan ketentuan yang berlaku.

OSS sendiri menyediakan panduan khusus terkait pengajuan perizinan dan persyaratan dasar dalam sistemnya.

Langkah 5: Mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB)

Setelah data dan tahapan yang diperlukan terpenuhi, perusahaan dapat memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS.

NIB merupakan identitas bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usaha. Pemerintah juga menempatkan NIB sebagai bagian penting dalam aktivitas usaha melalui sistem OSS.

Namun, memiliki NIB tidak selalu berarti seluruh kegiatan usaha otomatis dapat dijalankan tanpa persyaratan tambahan. Jenis perizinan berikutnya tetap bergantung pada tingkat risiko dan karakteristik kegiatan usaha.

Langkah 6: Memenuhi Perizinan Berdasarkan Tingkat Risiko

Salah satu karakteristik utama OSS adalah penerapan pendekatan berbasis risiko.

PP Nomor 28 Tahun 2025 mengatur bahwa Perizinan Berusaha diberikan berdasarkan analisis risiko dari kegiatan usaha. Untuk menjalankan kegiatan usaha, pelaku usaha wajib memiliki Perizinan Berusaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Secara umum, kebutuhan perizinan dapat berbeda berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.

Risiko Rendah

Pada kegiatan dengan tingkat risiko rendah, NIB menjadi bagian utama dari legalitas kegiatan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Risiko Menengah

Kegiatan dengan risiko menengah dapat membutuhkan pemenuhan standar tertentu atau Sertifikat Standar, tergantung klasifikasi dan ketentuan sektor usahanya.

Baca juga:  Biaya Pendirian PT untuk Pemula: Panduan Finansial dan Strategi Legalitas Bisnis 2026

Risiko Tinggi

Untuk kegiatan dengan risiko tinggi, pelaku usaha dapat memerlukan izin atau proses verifikasi sebelum kegiatan dapat dijalankan secara penuh.

Karena itu, jangan menganggap semua PT memiliki proses OSS yang identik. KBLI dan tingkat risiko usaha menentukan kebutuhan perizinan setelah NIB.

Apakah NIB Sudah Cukup untuk Menjalankan PT?

Tidak selalu.

NIB merupakan bagian penting dari legalitas usaha, tetapi kebutuhan perizinan dapat berbeda berdasarkan kegiatan usaha. PP Nomor 28 Tahun 2025 mencakup Perizinan Berusaha serta Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB UMKU), sehingga perusahaan perlu memeriksa kewajiban yang muncul berdasarkan bidang usaha masing-masing.

Contohnya, bisnis dengan kegiatan yang memiliki standar teknis atau persyaratan sektoral tertentu dapat membutuhkan pemenuhan dokumen tambahan.

Karena itu, setelah NIB terbit, pemilik PT sebaiknya tidak langsung menganggap seluruh proses legalitas telah selesai. Periksa status setiap kegiatan usaha di OSS dan pastikan seluruh persyaratan yang muncul telah dipenuhi.

Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Proses OSS

Dokumen dapat berbeda tergantung jenis perusahaan dan kegiatan usaha. Namun, beberapa informasi yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:

  • Akta pendirian PT
  • SK pengesahan badan hukum
  • NPWP perusahaan
  • Data pemegang saham
  • Data direksi dan komisaris
  • Alamat perusahaan
  • Kode KBLI
  • Informasi lokasi kegiatan usaha
  • Data investasi atau modal sesuai kebutuhan sistem
  • Dokumen persyaratan dasar jika diwajibkan
  • Dokumen atau persyaratan sektoral sesuai tingkat risiko

Data tersebut sebaiknya disiapkan sebelum pengisian OSS agar proses tidak terhenti karena informasi yang belum lengkap.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pendaftaran PT di OSS

Beberapa kesalahan dapat membuat proses perizinan menjadi lebih panjang atau membutuhkan perbaikan data.

Salah Memilih KBLI

KBLI yang tidak sesuai dengan kegiatan bisnis dapat menyebabkan kebutuhan perizinan yang muncul tidak sesuai dengan operasional perusahaan.

Menganggap NIB sebagai Satu-Satunya Izin

NIB penting, tetapi kebutuhan perizinan tambahan bergantung pada kegiatan dan tingkat risiko usaha.

Data OSS Tidak Sesuai Dokumen PT

Perbedaan nama perusahaan, alamat, struktur pengurus, atau informasi lain dapat menimbulkan masalah saat proses administrasi dan verifikasi.

Tidak Memeriksa Persyaratan Dasar

Beberapa kegiatan usaha membutuhkan pemenuhan persyaratan dasar tertentu. Tahapan tersebut sebaiknya diperiksa sejak awal agar tidak menghambat proses.

Menggunakan KBLI Lama Tanpa Memeriksa Ketentuan Terbaru

Sistem OSS terus disesuaikan dengan perkembangan regulasi. Pemerintah saat ini juga melakukan penyesuaian sistem OSS terhadap PP Nomor 28 Tahun 2025.

Perbedaan AHU dan OSS dalam Pendirian PT

Agar lebih mudah dipahami, alurnya dapat dibedakan menjadi dua bagian.

AHU:
Pemesanan nama → penyusunan akta → pengajuan pendirian → pengesahan badan hukum → SK pengesahan.

OSS:
Data perusahaan → kegiatan usaha/KBLI → persyaratan dasar → NIB → pemenuhan perizinan berdasarkan risiko → izin atau persyaratan sektoral jika diperlukan.

Baca juga:  Biaya Jasa Pendirian PT Notaris Profesional

Ditjen AHU menjelaskan bahwa proses pendirian PT melalui SABH dilakukan oleh notaris dan mencakup pengisian data perseroan serta pengunggahan akta pendirian hingga penerbitan SK.

Jadi, apabila Anda sedang mencari proses lengkap pendirian PT di OSS, penting untuk memahami bahwa OSS bukan tempat untuk menggantikan seluruh proses pendirian badan hukum. OSS merupakan bagian penting dari tahapan legalitas usaha setelah struktur badan hukum perusahaan disiapkan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Konsultan?

Pendaftaran melalui OSS memang dilakukan secara digital, tetapi prosesnya dapat menjadi lebih kompleks apabila perusahaan memiliki banyak KBLI, lokasi usaha berbeda, kegiatan dengan risiko menengah atau tinggi, investor asing, atau membutuhkan izin sektoral.

Kesalahan dalam menentukan struktur kegiatan usaha sejak awal juga dapat berdampak pada proses perizinan berikutnya.

Jika Anda belum yakin mengenai pemilihan KBLI, persyaratan dasar, tingkat risiko, atau dokumen yang harus disiapkan, pendampingan profesional dapat membantu memastikan proses berjalan lebih terarah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan pendaftaran PT, Anda dapat melihat layanan resmi Konsultan Live and Work. Pendaftaran PT – Konsultan Live and Work

FAQ Proses Pendirian PT di OSS

1. Apakah pendirian PT dilakukan langsung melalui OSS?

Tidak seluruhnya. Pendirian badan hukum PT dilakukan melalui sistem AHU oleh notaris, sedangkan OSS digunakan untuk proses perizinan berusaha dan penerbitan NIB.

2. Apa yang harus dilakukan setelah PT mendapatkan SK pengesahan?

Setelah badan hukum PT disahkan, perusahaan dapat melanjutkan proses perizinan berusaha melalui OSS dengan menyiapkan data kegiatan usaha, KBLI, lokasi, dan informasi lain yang diperlukan.

3. Apakah semua PT hanya membutuhkan NIB?

Tidak selalu. Kebutuhan perizinan bergantung pada kegiatan usaha dan tingkat risikonya. Beberapa kegiatan dapat memerlukan pemenuhan standar, izin, atau persyaratan sektoral tambahan.

4. Mengapa KBLI penting dalam proses OSS?

KBLI menentukan kegiatan usaha yang didaftarkan dan berkaitan dengan persyaratan serta perizinan yang harus dipenuhi. Karena itu, kode KBLI sebaiknya dipilih berdasarkan aktivitas bisnis yang benar-benar dijalankan.

5. Apakah proses OSS bisa dilakukan secara online?

Ya. OSS merupakan sistem layanan perizinan berusaha secara elektronik. Namun, kelengkapan data dan dokumen tetap bergantung pada jenis badan usaha serta kegiatan yang didaftarkan.

CTA: Siapkan Legalitas PT Anda Bersama Live and Work Konsultan

Mendirikan PT bukan hanya tentang mendapatkan akta dan SK pengesahan. Agar bisnis dapat berjalan sesuai ketentuan, proses perizinan melalui OSS juga perlu dilakukan dengan data yang tepat, KBLI yang sesuai, serta pemenuhan persyaratan berdasarkan tingkat risiko.

Live and Work Konsultan siap membantu Anda dalam proses pendirian PT dan pengurusan legalitas usaha, mulai dari persiapan dokumen hingga proses perizinan yang diperlukan.

Konsultasikan rencana bisnis Anda sekarang dan pastikan legalitas perusahaan disiapkan dengan lebih terarah sejak awal.

Berita Terkait

Hubungin Kami

Bicaralah dengan Tim Kami Sekarang untuk Mendapatkan Konsultasi Gratis!

Ruko, Jl. Citra 7 Jl. Peta Barat No.10 Blok A03, RT.7/RW.11, Kalideres, West Jakarta City, Jakarta 11840

Bicaralah dengan Tim Kami Sekarang untuk Mendapatkan Konsultasi Gratis!

Konsultasi Pendaftaran Perusahaan Gratis

Hubungi kami sekarang dan dapatkan panduan lengkap untuk proses legalitas usaha yang aman dan profesional.

Bicaralah dengan Tim Kami Sekarang untuk Mendapatkan Konsultasi Gratis!

Bicaralah dengan Tim Kami Sekarang untuk Mendapatkan Konsultasi Gratis!
Nama
Tipe Konsultasi

Dapatkan Konsultasi Gratis!

Bicaralah dengan Tim Kami Sekarang untuk Mendapatkan Konsultasi Gratis!
Nama
Tipe Konsultasi